UAS Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia

Nama: Dewi An-nisa Harahap
NPM: 201214017
Matkul: UAS Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia
Prodi: PBSI

Soal:
1. Buatlah tulisan essay deskriptif dengan fakta berupa gambar dan sertakan sumber gambar diambil dari mana (misalnya Google, YouTube ataupun Tiktok dan lainnya).
2. Gambar yang diambil adalah gambar yang menunjukkan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia.
3. Analisislah letak kesalahan bahasa Indonesia dan juga sertakan penjelasan Anda seharusnya yang benar penggunaan bahasa Indonesianya seperti apa.
4. Analisislah 10 gambar dengan tema bebas. Boleh satu tema ataupun boleh campur tema.
5. Kerjakan dalam bentuk Blog anda dan kirimkan jawaban anda dalam bentuk link blog anda di Google classroom anda masing-masing.
6. Tepat waktu dan rapi dalam proses pengerjaannya.


Jawab:
1.
Penulis spanduk iklan pada gambar diatas pasti tidak tahu ada dua macam “di” dalam kalimat. “di” yang pertama menunjukkan tempat, yang harus dituliskan terpisah dari kata yang menunjukkan tempat. “di” yang kedua merupakan sebuah awalan untuk sebuah kata kerja pasif, yang harus digabungkan pada kata yang diawalinya.

Jadi kata depan “di” yang ada digambar itu harus digabung menjadi “Dijual” karena kata “jual” merupakan kata kerja. bilamana digabungkan dengan kata depan “di” maka kata “jual” itu menjadi kata kerja pasif.
Sumber: Google 

2. 
Kata “bis” yang ada di Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3 menerangkan bahwa, kata tersebut tidak mengartikan sebuah kendaraan besar. Oleh karena itu kata “bis” yang ada pada gambar diatas adalah kata yang tidak baku. Seharusnya kata “bis” itu diganti menjadi kata “bus” yang merupakan kata bakunya.
Sumber: Google 

3.
Jadi pada gambar diatas penggunaan tanda titik salah. Seharusnya Pemisahan bilangan ribuan atau kelipatannya dilakukan sebagai berikut: Rp50.000 Rp60.000
Sumber: Google 

4. 
Dari gambar di atas tampak tidak ada yang salah dalam penulisannya. Akan tetapi bila kita lihat lagi dengan saksama tanda garis miring yang diapit oleh dua kata itu. Penulisannya memakai spasi, seharusnya baik kata yang mendahulu tanda garis miring maupun kata yang sebelum tanda garis miring, keduanya tidak menggunakan spasi. Berikut usulan perbaikan: “cash/kredit” disamping itu kata “kerdit” di atas seharusnya ditulis “credit” yang merupakan bentuk pasangan kata dari “cash” yang merupakan kata bahasa asing. Karena penulisan “kredit” diatas adalah kata bahasa Indonesia.
Sumber: Google 

5. 
Kata “apotik” yang dilingkari di atas adalah kata yang tidak baku. Seharusnya kata tersebut ditulis “apotek” yang merupakan kata bakunya. Perlu diingat dari kata tersebut “apotek-apoteker”. Dan bukan “apotik-apotiker”.
Sumber: Google 

6. 
Ketidaksesuaian penulisan juga terlihat pada penulisan rupiah. Kesalahan ini paling sering terjadi di berbagai media luar ruangan yang menyantumkan nominal harga yang dijual.

Penulisan rupiah yang sesuai dengan kaidah kebahasaan yakni tidak menggunakan titik dan spasi, seperti Rp2500. Penulisan nominal tanpa spasi setelah ‘Rp’ dimaksudkan agar tidak ada kecurangan dalam penambahan jumlah digit pada nominalnya.
Sumber: Google

7.  
Ada beberapa kesalahan dalam pamflet tersebut. Pertama, kata kost tidak ada dalam bahasa Indonesia. Kata yang benar menurut KBBI adalah indekos, yang berarti tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan (dengan membayar per bulan). Kedua, kost tidak bisa diterima, yang diterima adalah anak indekos, yang membayar untuk dapat tinggal di rumah tersebut.
Sumber: Google

8. 
Jika tidak melihat gambar di atas, mungkin pembaca akan berasumsi bahwa kata “di kontrakan” memberikan informasi bahwa seseorang sedang berada di rumah kontraknya. Padahal yang dimaksud adalah ada sebuah rumah yang akan disewakan oleh pemiliknya. Ada dua kesalahan dalam penulisan kata yang singkat ini. Satu, tertukarnya fungi di- sebagai imbuhan dengan di yang merupakan kata depan. Dua, pemberian afiks -kan yang tertukar dengan afiks -an.
Sumber: Google

9. 
Semua orang sudah terbiasa dengan kata mie hingga tidak sadar bahwa kata mie sebenarnya bukanlah kata yang baku. Penulisan yang sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah mi tanpa huruf e. Kalau benar-benar dicari dalam KBBI, kita masih akan menemukan kata mie, tetapi hasil yang ditemukan adalah sebagai berikut.

mie: bentuk tidak baku dari mi

Dalam bahasa Indonesia tidak dikenal diftong ie. Diftong yang ada dalam bahasa Indonesia hanyalah ai, au, dan oi.
Sumber: Google

10. 
Gambar diatas menunjukkan kekeliruan dalam pemilihan diksi “hati-hati”. Kata “hati-hati” sesuai dengan konteks kalimat  yang terdapat pada Gambar diatas bermakna kegiatan upacara agama tersebut berbahaya. Sebaiknya kata yang digunakan yaitu, “mohon pelan-pelan” agar tidak terjadi salah tafsir dalam memaknai kalimat tersebut yang seolah-olah bermakna bahwa upacara agama merupakan sesuatu yang berbahaya.
Sumber: Google 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUMPULAN TUGAS-TUGAS JURNALISTIK